Wednesday, August 14, 2013

Pertanyaan dari Cerpen Tadi!!!

1.Pilihlah satu judul cerpen yang Anda sukai!
2.Tentukan unsur-unsur intrinsiknya (tema, setting, alur, nilai, dan amanat)!
3.Tentukan unsur ekstrinsiknya (latar kepengarangan penulis, keyakinan penulis dan masyarakat pembaca)!


Jawaban!!

1.  Kepulangan TKW.
2. | Tema  : Percayalah pada niat baikmu.
| Setting          :
     ● Tempat  -> Dalam bis(dalam perjalanan) dan di kampung.
       ● Waktu    -> Tiga tahun setelah kepergian martini ke Arab Saudi.
       ● Suasana -> diawal cerita suasana yang timbul basa saja, tetapi    pada    pertengahan cerita suasana yang timbul menegangkan karena adanya konflik yang timbul ketika tokoh utama bermimpi.
| Alur    : alur cerita itu adalah alur maju(episode) karena jalan cerita dijelaskan secara runtut. Pada awal cerita diawali dengan pengenalan tokoh, kemudian si tokoh bermimpi, pada mimpinya timbul suatu pertentangan  yang berlanjut ke konflik(klimaks) dilanjutkan dengan antiklimaks dan pada akhir cerita terdapat penyelesaian.
| Penokohan   :
      ● Siti -> Wataknya yang sabar,lembut ,pekerja keras,  bertanggung jawab terhadap keluarga,  hal ini di tunjukan dari penjelasan tokoh,penggambaran fisik tokoh serta.
      ● Pak Koko -> Tidak bertanggung jawab terhadap keluarga.
      ● Budi -> Patuh terhadap orang tua.
      ● Mbok -> sabar
| Sudut Pandang      : Menggunakan sudut pandang Orang ketiga.
| Amanat        :
      ● Seharusnya  suami bertanggungjawab untuk mencari nafkah bagi anak dan istrinya.
          ● Jangan dulu bersikap su’udzon kepada seseorang bila belum ada buktinya
          ● Keuletan dan kesabaran dalam bekerja  akan membuahkan hasil yang baik
      ● Selalu  berniat baik untuk mendapatkan ridho Allah swt


         | Nilai        :
● Nilai moral : Dalam cerpen tersebut terdapat kandungan nilai moral yaitu seseorang haruslah bersikap huznudzon terhadap   sesama manusia, karena husnudzon  mencerminkan akhlak serta budi pekerti yang baik.
                    ● Nilai Sosial: Jabatan setinggi apapun atau sekaya apapun seseorang, sepatutnya tetap menghargai sesame manusia tak terkecuali TKW/pembantu. Alangkah baiknya seseorang saling berinteraksi telah mengenali satu sama lainnya.
                    ● Nilai Agama: Betapapun beratnya permasalahan yang kita hadapi, alangkah baiknya kalau kita kembalikan pada tuhan. Kesabaran sangatlah penting untuk kita jaga demi tentramnya hidup kita. Di balik permasalahan, pasti ada hikmah yang bikin kita bahagia.

3.   | Latar kepengarangan penulis        : -
| Keyakinan penulis               : Penulis mengangkat cerita ini didasarkan atas peristiwa yang pernah ia lihat, sehingga cerita tidak jauh berbeda dari kenyataan yang ada dalam kehidupan.

| Masyarakat pembaca          : Sebagian masyarakat masih ada yang memiliki keadaan sama seperti yang diceritakan pada cerpen tersebut. Maka, cerpen ini mengangkat cerita tentang gambaran kehidupan yang mereka alami.

Cerpen Untuk Mengidentifikasi Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik

Kepulangan TKW
Oleh: Kurniawan Lastanto

Wanita itu bernama Siti. Kini ia kembali menginjakkan kakinya di lndonesa, setelah tiga tahun ia meninggalkan kampung halamannya yang berjarak tiga kilometer dari arah selatan Wonosari Gunung Kidul.
Didalam benak Siti berbaur rasa senang, rindu dan haru. Beberapa jam lagi ia akan berjumpa

kembali dengan suaminya, mas Koko dan putranya Budi Mardianto, yang ketika ia tinggalkan masih berusia tiga tahun. Ia membayangkan putranya kini telah duduk dibangku sekolah dasar mengenakan seragam putih – merah dan menempati rumahnya yang baru, yang dibangun oleh suaminya dengan uang yang ia kirimkan dari arab Saudi, Negara dimana selama ini ia bekerja.

Siti adalah seorang tenaga kerja wanita yang berhasil diantara banyak kisah mengenai tenaga kerja wanita yang nasibnya kurang beruntung. Tidak jarang seorang TKW pulang ketanah airnya dalam keadaan hamil tanpa jelas siapa ayah sang janin yang dikandungnya. Atau disiksa, digilas dibawah setrikaan bersuhu lebih dari 110 derajat celcius, atau tiba – tiba menjadi bahan pemberitaan di media massa tanah air karena sisa hidupnya yang sudah ditentukan oleh vonis hakim untuk bersiap menghadapi tiang gantungan atau tajamnya logam pancung yang kemudian membuat kedubes RI, Deplu dan Depnaker kelimpungan dan tampak lebih sibuk.
Sangatlah beruntung bagi Siti mempunyai majikan yang sangat baik, bahkan dalam tiga tahun ia bekerja, ia telah dua kali melaksanakan umroh dengan biaya sang majikan. Majikannya adalah seorang karyawan disalah satu perusahaan minyak disana. Ia bekerja sebagai seorang pembantu rumah tangga di El Riyadh dengan tugas khusus mengasuh putra sang majikan yang sebaya dengan Budi, putranya. Hal ini membuatnya selalu teringat putranya sendiri dan menambah semangat dalam bekerja.
Dengan cermat Siti memperhatikan sekeliling, akan tetapi ia tidak melihat seorang saudara atau kerabatpun yang ia kenal. Sempat terbersit rasa iri dan kecewa ketika ia menyaksikan beberapa rekanannya yang dijemput dan disambut kedatangannya oleh orang tua, anak atau suami mereka. Namun dengan segera ia membuang jauh – jauh pikiran tersebut. Ia tidak ingin suuzon dengan suaminya.
“mungkin hal ini disebabkan karena kedatanganku yang memang terlambat tiga hari dari jadwalkepulangan yang direncanakan sebelumnya,” pikirnya huznuzon.
Dan pikiran ini malah membuatnya merasa bersalah, karena ia tidak memberitahukan kedatangannya melalui telepon sebelumnya.
Akhirnya ia memutuskan untuk menuju terminal pulogadung dengan taksi bandara. Oleh karena ia tidak tahu dimana pool bus maju lancar terdekat dari bandara soekarno-hatta, ia berharap diterminal pulogadung ia bisa langsung menemukan bus tersebut dan membawanya ke wonosari dengan nyaman, karena badannya sekarang sudah terlalu letihuntuk perjalanan panjangyang ditempuh dari arab Saudi.
Tanpa ia sadari, Siti telah sampai didepan rumahnya, rumah yang merupakan warisan ayahnya, yang ia huni bersama mas koko, Budi dan ibunyayang telah renta. Namun bingung dan pertanyaan muncul dalam benaknya. Yang ia lihat hanyalah rumah tua tanpa berubahan sedikitpun, kecuali kandang sapi didekat rumahnyayang kini telah kosong. Sama keadaanya dengan tiga tahun lalutatkala ia meninggalkan rumah tersebut.
“ mana rumah baru yang mas koko bangun seperti yang ada difoto yang mas koko kirimkan tiga bulan yang lalu. Apakah ia membeli tanah ditempat lain dan membangunnya disana. Kalau begitu syukurlah,” pikirnya mencoba huznuzon.
Ia ketuk perlahan – lahanpintu rumahnya. Namun tidak ada seorangpun yang muncul membukakan pintu “kulo nuwun, mas…! Budi…! Mbok…!”
Beberapa saat kemudian barulah pintu yang terbuat dari kayu glugu tersebut terbuka.” Madosi sinten mbak?” Tanya seorang bocah berusia 6 tahun yang tak lain adalah Budi yang muncul dari balik pintu.
“Budi aku ini ibumu, sudah lupa ya. Apakah bapakmu tidak menceritakan ihwal kedatanganku?” ucap Siti balik bertanya.
“Ayah? Kedatanagn ibu? Oh mari masuk. Sebentar ya, Budi bangunkan mbah dulu,” ujar Budi sambil berlari menuju kearah kamar neneknya.
Siti masuk kedalam rumah dan duduk diatas amben yang terletak disudut ruangan depan, seraya memperhatikan keadaan didalam rumah yang ia huni sejak kecil tersebut. Keadaan dalam rumahpun tidak tampak ada perubahan yang berarti.
“Siti ya. Wah – wah anakku sudah datangdari perantauan,” terdengar suara tua khas ibu Siti sedang setengah berlari keluar dari kamarnya, menyambut kedatangan anaknya, diikuti oleh Budi , membawakan segelas the hangat.
“bagaimana keadaan simbok disini?”, Tanya Siti.
“oh, anakku simbok di sini baik – baik saja, kamu sendiri bagaimana, tini?” “saya baik – baik saja mbok, ngomong – ngomong mas koko dimana mbok?” Tanya Siti. Mendengar pertanyaan itu, tiba – tiba air muka ibu Siti berubah, ia tampak berpikir – piker sejenak.
“ oh mengenai suamimu, nanti akan simbok ceritakan, sebaiknya kamu ngaso dulu. Kau pasti capek setelah melakukan perjalanan jauh. Jangan lupa the hangatnya diminum dulu,” saran ibu Siti.
Siti menurut saja apa yang dikatakan ibunya. Setelah menikmati segelas the hangat, ia mengangkat kaki dan tiduran di atas amben. Namun tetap saja ia tidak dapat memejamkan matanya. Pikirannya tetap melayang memikirkan suaminya ; dimana dia, apakah dia merantau ke Jakarta untuk turut mencari nafkah diperantauan, dimana letak rumah barunya, atau apakah mas koko malah meninggalkan dirinya dan menikah dengan wanita lain?”
“ah tidak mungkin,” pikirnya kembali berusaha untuk tetap huznuzon.
Ia mencoba bangkit lalu menemui ibunya yang sedang memasak dipawon.
“maaf Mbok, dimana mas koko, tini sudah kangen dan ingin berbicara dengannya,” ujar Siti membuka kembali percakapan. Ibu Siti tampak kembali berfikir sejenak, lalu berdiri dan mengambil segelas air putih dingin dari kendi.
“ minumlah air putih ini agar kamu lebih tenang, Tini, nanti simbok ceritakan di mana suamimu berada, kalau kamu memang sudah tidak sabar.”
Sementara itu Siti bersiap untuk mendengarkan dengan seksama penuturan ibunya.
“ tiga bulan lalu rumah yang dibuat suamimu atas biaya dari kamu sudah jadi. Letaknya didusun sebelah sana, namun sejak itu pula kesengsem sama seorang wanita. Wanita itu adalah tetangga barunya. Dua bulan lalu mereka menikah dan meninggalkan Budi bersama simbok. Tentu saja simbok marah besar kepadanya. Namum apa daya, simbok hanyalah wanita yang sudah renta, sedang ayahmu sudah tiada, dan uang yang simbok pegangpun pas – pasan. Mau mengirim surat kepadamu simbok tidak bisa, kamu tahukan simbok buta huruf. Mau minta tolong kepada siapa lagi, sedangkan kamu adalah anakku satu – satunya. Kamu tidak mempunyai saudara yang bisa simbok mintai tolong untuk mengirimkan surat kepadamu, sedangkan anakmu, Budi masih kelas 1 SD”.
Mendengar penuturan ibunya, Siti langsuung menangis, ia sedih marah dan kalut.
“mengapa simbok tidak melaporkannya ke pak kadus dan pak kades, dan beliaupun sudah berjanji untuk membantu simbok. Namun sampai saat ini simbok belum mendapatkan jawabannya. Sedangkan suamimu sendiri dan istri barunya , tampak tak peduli denagn suara – suara miring para tetangga. Dan untuk lapor ke KUA, simbok tidak berfikir sampai kesitu, maafkan simbok,” tambah ibunya dengan suara yang terdengar bergetar.
“Duh Gusti...., paringono sabar...,." terdengar Siti terisak, berusaha untuk tetap ingat kepada Yang Maha Kuasa. Bagaimana bisa, suami yang begitu ia cintai dan ia percaya, dapat berbuat begitu kejam terhadapnya. Apalagi ia sekarang tinggal bersama istri barunya, di rumah hasil jerih payahnya selama tiga tahun merantau di Arab Saudi.
"Mbok, di mana rumah baru itu berada?”
wajah ibunya terlihat ketakutan, ia tidak tahu apa yang akan dilakukan anaknya dalam keadaan kalut di sana apabila ia tahu letak rumah tersebut.
"Mbok,d i mana Mbok,” Suara Siti semakin tinggi, namun ibunya tetap diam.
,”Kenapa simbok tidak mau membertihu. Apakah Simbok merestuinya?_Apakah simbok mendukungnya? Apakah Simbok membela bajingan itu dari pada saya anakmu sendiri? Apakah.....”
“Diam Tini, teganya kamu menuduh ibumu seperti itu. Kamu mau menjadi anak durhaka? Ingatlah kamu kepada Tuhan,Nak, ingatlah kepada Gusti Allah,N ak"
Kalimat itu muncul dari mulut ibunya, yang kemudian terduduk menangis mendengar ucapan pedas anaknya tersebut.
“ya sudah kalau Simbok tidak mau memberitahu. Tini akan cari sendiri rumah itu,” teriak Siti seraya meninggalkan ibunya yang sangat bersedih, yang berusaha mengejarnya namun kemudian jatuh tersungkur di halam depan rumahnya karena tidak mampu lagi mengeiarnya.
“Hei , mana Koko, bajingan sialan,"teriak Siti sambil berjalan membabi buta, menyusuri jalan dengan muka merah Padam.
Pikrannya kacau balau.
“Buat apa aku bekerja jauh-jauh mencari uang di Arab Saudi demi kamu dan.Budi tetapi mengapa kau tega memanfaatkanku, menggunakan uangku untuk membuat rumah dan tinggal di sana bersama istri barumu,
Kurang apa aku?”
Mendengar teriakan Siti, kontan para tetangga di sekitar situ segera berhamburan ke luar rumah. Mereka kebingungan menyaksikan ulah Tini yang sudah tidak mereka lihat selama tiga tahun, tiba – tiba muncul kembali di dusun itu dengan tingkah laku yang berubah 180 derajat. Siti yang dulunya lembut, penurut, kini kasar dan beringasan. Apakah ia telah gila? Apakah yang telah terjadi terhadap dirinya di Arab saudi? Apakah ia
Dianiaya sebagaimana sering terdengar berita di media massa mengenai TKW yang disiksa?.
Namun kemudian mereka segera menyadari. Hal ini pasti karena Siti telah mengetahui perbuatan suaminya. Segera saja mereka mengejar dan mencoba menenangkan Siti. Namun dengan kuat Siti mencoba melepaskan tangannya dari dekapan tetangganva itu. Dan saat itu pula ia melihat suaminya, ya Koko bajingan itu, keluar dari rumahnya. Koko tampaknya tidak menghiraukan kedatangannya. Bahkan istri barunya itu
terlihat dengan mesranya berdiri disamping koko yang meletakkan keduavtangannya dipinggang koko.
,,” hei, siapa kamu. Tini ya. Kenapa kamu kesini? Ini rumahku bersama mas koko. Bukannya kamu sudah mati, kalau belum mendingan kamu mati saja sekarang. Itu lebih baik, dari pada mau merusak kebahagiaan kami. Bukan begitu mas koko?” ujar wanita yang ada disebelah koko sambil mengalungkan tangan kanannya dileher koko dengan lembutnya.
Hal ini jelas membuat tini makin marah.
“hai , dasar kau, wanita murahan, tidak tahu diri. Koko adalah suamiku. Dan kau koko, mengapa kau tega menipuku, meninggalkanku hanya untuk menikahi wanita keparat ini. Dasar bajingan.”
Dekapan tetangga yang memegang Siti akhirnya lepas. Dengan cepat Siti meraih sebuah bamboo yang tergeletak di bawah pohon nangka dan berlari menuju kearah koko dan istri barunya. Dengan tidak hati-hati ia menaiki anak tangga yang menuju kedalam rumah baru itu. Secepat kilat ia mengayunkanbambu itu ke arah mereka berdua. Namun malang, belum sampai bamboo itu mengenai sasaran, ia kehilangan keseimbangan. Ia terpeleset dari dua anak tangga dan jatuh terjerembab tak sadarkan diri.

”Mbak – Mbak bangun Mbak. Mau turun di mana Mbak. Ini sudah sampai di wonosari," terdengar sayup-sayup suara pemuda yang duduk di dekat Siti.
"Astaghiirullaahaladzlm .Ha...apa...?.. W onosari," Tanya M artini.
“ Ya Mbak sepertinya dari tadi Mbak gelisah tidurnya" ujar pemuda itu
”Apakah benar ini wonosari?" Tanya Siti memastikan seraya mengarahkan pandangannya keluar jendela.
Ya ini adalah daerah yang telah tiga tahun ia tinggalkan.
"Alhamdulillah ya. ,Allah terima kasih," batin Siti bahagia.

My Interest


I have three interests,the first interests is listening to music. I'm interested in listening to the music because it was so fun.Music can calm heart,mind and soul is tired.I do not have a favorite kind of music,because when I think its good to be heard so I like that musik.
My second interest is singing.Because with singing we can express hearts whether in the mood happy or sad. My interest was in elementary school can be channeled to me participate in a the choir group. And the choir got the first hope of the district.It also I followed in the church choir.
My third interest is writes short stories or novels.If there is spare time I usually often expressing ideas in the form of short stories or novel.Usually I write comes from personal experience, the story of a friend, or the things that were the trend at that time. I love stories of which I've made ​​it titled "Kopiko & EKSPRESO" This story contains a story between a brother and sister siblings but they are not complete with all conflict.Write a short stories or novel is fun.

Sunday, August 11, 2013

Peranan Biologi Dalam Berbagai Bidang


1.  Bidang Kedokteran dan kesehatan
a.      Menemukan antibiotik untuk menghentikan atau menekan infeksi yang terjadi oleh bakteri.
b.     Menciptakan vaksin,misalnya vaksin cacar, polio, BCG.
c.      Teknik Fertilasi Invitro yaitu Teknik karakterisasi dan pemisahan gamet sperma yang membawa kromosom X dan Y (penentu jenis kelamin keturunan).
d.     Teknik Transplantasi (Pencangkokan).
e.      Ditemukannya cara pengkloningan hewan.
f.       Untuk mengetahui kelainan Gen.
2.  Bidang Pertanian
a.      Berperan dalam menghasilkan tanaman tahan hama.
b.     Berperan dalam penemuan obat-obatan pertanian.
c.      Berperan dalam penemuan bibit unggul yang dapat meningkatkan produksi pertanian.
d.     Berperan dalam menemukan cara pemberantasan hama pertanian secara biologis.
3.  Bidang Peternakan dan Perikanan
a.      Pembudidayaan ikan.
b.     Usaha pelestarian ekosistem perairann.
c.      Menghasilkan varietas bersifat unggul.
d.     Inseminasi buatan.

4.  Bidang Industri
a.      Perkembangan bioteknologi dan biologi molekuler.
b.     Teknik rekayasa genetika.
c.      Berkembangnya mikrobiologi.
d.     Penemuan kandungan gula yang lebih pada tebu,sehingga tebu diolah menjadi gula.
e.      Berkembanglah industri tekstil/kain, kain wol dan kain sutera.

5.  Bidang Farmasi
a.   Peralatan dan optimasi pembuatan.
b.   Virtual skrining kimia.
c.   Memimpin penemuan dan interaksi molekul.
d.   Dalam skrining silico.
e.   Komputasi sistem biologi dalam biologi sel.
f.    Farmakologi dan farmakokinetik.
g.   Perumusan dan produksi.
h.   Model berbasis pengembangan obat.

Thursday, August 1, 2013

Just Give Me a Reason

Right from the start
You were a thief
You stole my heart
And I your willing victim
I let you see the parts of me
That weren't all that pretty
And with every touch you fixed them

Now you've been talking in your sleep, oh, oh
Things you never say to me, oh, oh
Tell me that you've had enough
Of our love, our love

Just give me a reason
Just a little bit's enough
Just a second we're not broken just bent
And we can learn to love again
It's in the stars
It's been written in the scars on our hearts
We're not broken just bent
And we can learn to love again

I'm sorry I don't understand
Where all of this is coming from
I thought that we were fine
(Oh, we had everything)
Your head is running wild again
My dear we still have everythin'
And it's all in your mind
(Yeah, but this is happenin')

You've been havin' real bad dreams, oh, oh
You still lie so close to me, oh, oh
There's nothing more than empty sheets
Between our love, our love
Oh, our love, our love

Just give me a reason
Just a little bit's enough
Just a second we're not broken just bent
And we can learn to love again
I never stopped
You're still written in the scars on my heart
You're not broken just bent
And we can learn to love again
http://baca-lirik.blogspot.com
Our tear ducts can rust
I'll fix it for us
We're collecting dust
But our love's enough
You're holding it in
You're pouring a drink
No nothing is as bad as it seems
We'll come clean

Just give me a reason
Just a little bit's enough
Just a second we're not broken just bent
And we can learn to love again
It's in the stars
It's been written in the scars on our hearts
That we're not broken just bent
And we can learn to love again

Just give me a reason
Just a little bit's enough
Just a second we're not broken just bent
And we can learn to love again
It's in the stars
It's been written in the scars on our hearts
That we're not broken just bent
And we can learn to love again

Oh, we can learn to love again
Oh, we can learn to love again
Oh, oh, that we're not broken just bent
And we can learn to love again

Kopiko Ekspreso

            Didalam hidup seorang Marsya saat itu mempunyai adik yang bernama Wijaya,ya walau pun adik nya itu sebatas kakak adikan atau bisa disebut adik angkat.Wijaya itu memang baik orang nya,sudah membuat hidup Marsya lebih berwarna.Marsya memang sudah benar-benar sayang sama Wijaya,tapi suatu hari Wijaya berubah karena kedatangan Nata pacarnya,dia hanya mementingkan Nata dari pada Marsya kakaknya.Namun walaupun Wijaya sudah punya Nata,tapi Wijaya selalu bercerita ke kakak nya tentang Bia.Bia adalah orang yang sebenernya dia suka bukan Nata.Tapi mulai hari itu Wijaya sudah mulai hilang dari hidup seorang Marsya.Saat itu Marsya sudah mulai kesepian,karena dalam hidup nya sudah tidak ada pelangi yang dulu selalu menghiasi hari-hari nya.Dia juga sudah mulai mencari teman lainnya tetapi tidak ada rasa nyaman saat ia bersama dengan adiknya Wijaya.Marsya itu punya teman bernama Shafa,Marsya juga pernah bercerita tentang masalah yang sedang ia hadapi.Di sekolah itu ada anak kelas 7 yang bernama Wibi.Sebelumnya Shafa dan Marsya tau Wibi saat hari jumat setelah pulang sekolah mereka melihat Wibi yang sedang barmain basket di halaman sekolah,yang bikin menarik adalah karena di lutut Wibi ada sapu tangan yang di tali.
            Lalu beberapa hari setelah melihat Wibi di halaman sekolah.Marsya,Shafa dan teman-teman kelas cewek yang lain keluar kelas dan ketemu Wibi,lalu mereka semua tanya no telephone Wibi.Yang pertama berani sms Wibi adalah Shafa karena Shafa berniat menjadikan Wibi adik.Kerena Marsya sudah sangat kesepian,lalu Shafa berkata”Mending nyoba sms Wibi deh,mbk.Wibi itu orang nya asik dan nyabung kok kalau di ajak ngobrol.”Tapi Marsya masih ragu.Dengan beberapa pertimbangan malam itu Marsya memberanikan diri sms Wibi,dan karena Wibi orang nya memang seperti apa yang di bilang Shafa.Marsya dan Wibi menjadi kakak dan adik.Panggilan antara Marsya dan Wibi adalah Ekspreso dan Kopiko.Namun saat itu Wijaya ikut kembali dalam hidup Marsya kembali.Tapi rasa sayang Marsya saat itu memang lebih besar ke Wibi dari pada ke Wijaya.Wibi sebenernya sudah tau cerita tentang Marsya dan Wijaya,suatu hari Marsya salah kirim yang harusnya ke Wijaya tapi kerkirim ke Wibi.Dan saat itu Wibi marah.Namun beberapa hari Marsya dan Wibi sudah mulai baikan karena Marsya sudah bilang sama Wibi kalau dia akan merelakan Wijaya demi Wibi.Marsya dan Wibi setiap ketemu selalu melempar senyum yang manis.
Tapi tidak selamanya manis masalah pun ikut datang kembali masalah saat Wibi sudah ngejailin Marsya dan karena kejailan itu sudah menbuat Marsya menangis,niat Marsya ngejailin balik tapi malah jadi masalah mereka pun bertengkar lagi.Ada kejadian lucu saat mereka bertengkar.Saat itu Marsya ingin minta maaf kepada Wibi,sehabis melihat basket di Gor,Marsya ke rumah Wibi bersama dengan Shafa dan Lia.Tapi mencari rumahnya itu lama banget dan saat ketemu nunggu di depan rumahnya sampai lama pula,tapi yang keluar malah mas-mas.Di telephone juga tidak di angkat.Karena sangking lama nungggu mereka semua pulang.Beberapa saat Wibi tanya”kenapa telephone?”dan Marsya pun menjelaskan niatnya itu.Dan ternyata Wibi sedang basket di sekolahan.Teman-teman Marsya pun berkata”ahhhhh,kelamaan nunggu ternyata orang yang di tunggu ngak ada di rumah astaga.”Marsya juga bilang ke Wibi agar besok Marsya sudah bisa melihat senyum Wibi seperti biasa yang menurut Marsya seindah bulan sabit.Keadaan pun sudah kembali seperti semula.Rasa sayang Marsya terhadap Wibi itu bener-bener besar banget,dalam benaknya berkata apa jadinya kalau adik yang paling dia sayangi akan ninggalin janji-janji nya.
Ketakutan Marsya pun terjadi,Wibi sudah mulai pergi meninggalkan janji-janji yang telah diberikannya selama ini.Dan Wibi juga tidak pernah memberi alasan yang jelas kepada Marsya apa yang sebenarnya terjadi.Tetapi walau pun sumber semangat hidup Marsya itu pergi namun Marsya akan nepatin apa yang telah ia genggam selama ini yaitu”Aku ndak akan pernah lelah dan letih untuk nunggu dan ngejagain Wibi sampai kapan pun,dan ngak akan aku biyarin satu orang pun nyakitin Wibi.”Marsya memang tidak pernah memperhatikan sakit hati yang dibuat Wibi terhadap nya karena Marsya terlanjur sayang kepada Wibi.
So sekarang kita jangan pernah mengutamakan seseorang dalam hidup kita,sedangkan kita hanya dijadikan pilihan dalam hidup orang itu.Mulai sekarang mulai sayangilah dirimu sendiri sebelum kamu menyayangi orang lain.


        

Laporan Membuat Tape Singkong


A.      Tujuan
1. Untuk mengetahui cara penerapan bioteknologi dengan fermentasi tape.
2. Mengetahui peranan organisme Saccaromyces Cereviceae dalam peragian.

B.       Dasar Teori :
     Tape merupakan makanan fermentasi tradisional.Tape dibuat dari beras, beras ketan, atau dari singkong (ketela pohon). Pembuatan tape melibatkan banyak mikroorganisme.
     Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan mikroorganisme yang terdapat di dalam ragi tape adalah kapang Amylomyces rouxii, Mucor sp., dan Rhizopus sp.; khamir Saccharomycopsis fibuligera, Saccharomycopsis malanga, Pichia burtonii, Saccharomyces cerevisiae, dan Candida utilis; serta bakteri Pediococcus sp. dan Bacillus sp. Kedua kelompok mikroorganisme tersebut bekerja sama dalam menghasilkan tape.
     Mikroorganisme dari kelompok kapang akan menghasilkan enzim-enzim amilolitik yang akan memecahkan amilum pada bahan dasar menjadi gula-gula yang lebih sederhana (disakarida dan monosakarida). Proses tersebut sering dinamakan sakarifikasi (saccharification). Kemudian khamir akan merubah sebagian gula-gula sederhana tersebut menjadi alkohol. Inilah yang menyebabkan aroma alkoholis pada tape. Semakin lama tape tersebut dibuat, semakin kuat alkoholnya. Pada beberapa daerah, seperti Bali dan Sumatera Utara, cairan yang terbentuk dari pembuatan tape tersebut diambil dan diminum sebagai minuman beralkohol.
     Proses pembuatan tape melibatkan proses fermentasi yang dilakukan oleh jamur Saccharomyces cerivisiae. Jamur ini memiliki kemampuan dalam mengubah karbohidrat (fruktosa dan glukosa) menjadi alcohol dan karbondioksida. Selain Saccharomyces cerivisiae, dalam proses pembuatan tape ini terlibat pula mikrorganisme lainnya, yaitu Mucor chlamidosporus dan Endomycopsis fibuligera. Kedua mikroorganisme ini turut membantu dalam mengubah pati menjadi gula sederhana (glukosa).
     Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik, akan tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal.
      Gula adalah bahan yang umum dalam fermentasi. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol, asam laktat, dan hidrogen. Akan tetapi beberapa komponen lain dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan aseton. Ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir, anggur dan minuman beralkohol lainnya. Respirasi anaerobik dalam otot mamalia selama kerja yang keras (yang tidak memiliki akseptor elektron eksternal), dapat dikategorikan sebagai bentuk fermentasi.

C.       Alat :

1. Kompor
2. Panci Kukus
3. Pisau
4. Wadah
5. Lengser

D.      Bahan :
1. Air secukupnya
2. Daun pisang secukupnya
3. Ragi yang telah dihaluskan
4. Singkong 1 kg

E.       Cara Kerja : 
1. Siapkan semua bahan.
2. Kupas singkong dan kikis bagian kulit arinya hingga kesat.
3. Potong singkong yang telah dikupas sesuai keinginan.
4. Cuci hingga bersih singkong yang telah dipotong.
5. Sementara menunggu singkong kering, masukkan air ke dalam panci sampai kira –       kira terisi seperempat lalu panaskan hingga mendidih.
6. Setelah air mendidih masukkan singkong ke dalam panci kukus, lalu kukus hingga singkong ¾ matang, kira – kira ketika ‘daging’ singkong sudah bisa ditusuk dengan garpu.
7. Setelah matang, angkat singkong yang telah ¾ masak lalu taruh di suatu wadah, kemudian didinginkan
8. Sambil mengipas – ngipas, teman satu kelompok kami menyiapkan wadah sebagai tempat untuk mengubah singkong menjadi tape. Wadah itu terdiri dari lengser yang bawahnya dilapisi dengan daun pisang.
9. Setelah singkong benar – benar dingin, masukkan singkong ke dalam wadah lalu taburi dengan ragi yang telah dihaluskan.
10. Singkong yang telah diberi ragi ini kemudian ditutup kembali dengan daun pisang. Singkong ini harus benar – benar tertutup agar mendapatkan hasil yang maksimal.
11. Setelah singkong ditutupi dengan daun pisang, beri penutup wadah agar singkong benar-benar steril. Diamkan selama 1-2 hari hingga sudah terasa keras dan manis. Saat itulah singkong telah menjadi tape.

F.        Hasil Percobaan :
1. Keras agak lunak
2. Terlihat putih karena ragi belum terfermentasi
3. Rasa pahit, asam.



G.      Kesimpulan:
1. Pembuatan tape termasuk dalam bioteknologi konvensional (tradisional) karena masih menggunakan cara-cara yang terbatas.
2. Pada proses pembuatan tape, jamur ragi akan memakan glukosa yang ada di dalam singkong sebagai makanan untuk pertumbuhannya, sehingga singkong akan menjadi lunak, jamur tersebut akan merubah glukosa menjadi alkohol.
3. Dalam pembuatan tape, ragi (Saccharomyces Cereviceae) mengeluarkan enzim yang dapat memecah karbohidrat pada singkong menjadi gula yang lebih sederhana. Oleh karena itu, tape terasa manis apabila sudah matang walaupun tanpa diberi gula sebelumnya.
4. Kegagalan dalam pembuatan tape biasanya dikarenakan enzim pada ragi Saccharomyces Cereviceae tidak pecah apabila terdapat udara yang mengganggu proses pemecahan enzim tersebut.