Thursday, August 1, 2013

Kopiko Ekspreso

            Didalam hidup seorang Marsya saat itu mempunyai adik yang bernama Wijaya,ya walau pun adik nya itu sebatas kakak adikan atau bisa disebut adik angkat.Wijaya itu memang baik orang nya,sudah membuat hidup Marsya lebih berwarna.Marsya memang sudah benar-benar sayang sama Wijaya,tapi suatu hari Wijaya berubah karena kedatangan Nata pacarnya,dia hanya mementingkan Nata dari pada Marsya kakaknya.Namun walaupun Wijaya sudah punya Nata,tapi Wijaya selalu bercerita ke kakak nya tentang Bia.Bia adalah orang yang sebenernya dia suka bukan Nata.Tapi mulai hari itu Wijaya sudah mulai hilang dari hidup seorang Marsya.Saat itu Marsya sudah mulai kesepian,karena dalam hidup nya sudah tidak ada pelangi yang dulu selalu menghiasi hari-hari nya.Dia juga sudah mulai mencari teman lainnya tetapi tidak ada rasa nyaman saat ia bersama dengan adiknya Wijaya.Marsya itu punya teman bernama Shafa,Marsya juga pernah bercerita tentang masalah yang sedang ia hadapi.Di sekolah itu ada anak kelas 7 yang bernama Wibi.Sebelumnya Shafa dan Marsya tau Wibi saat hari jumat setelah pulang sekolah mereka melihat Wibi yang sedang barmain basket di halaman sekolah,yang bikin menarik adalah karena di lutut Wibi ada sapu tangan yang di tali.
            Lalu beberapa hari setelah melihat Wibi di halaman sekolah.Marsya,Shafa dan teman-teman kelas cewek yang lain keluar kelas dan ketemu Wibi,lalu mereka semua tanya no telephone Wibi.Yang pertama berani sms Wibi adalah Shafa karena Shafa berniat menjadikan Wibi adik.Kerena Marsya sudah sangat kesepian,lalu Shafa berkata”Mending nyoba sms Wibi deh,mbk.Wibi itu orang nya asik dan nyabung kok kalau di ajak ngobrol.”Tapi Marsya masih ragu.Dengan beberapa pertimbangan malam itu Marsya memberanikan diri sms Wibi,dan karena Wibi orang nya memang seperti apa yang di bilang Shafa.Marsya dan Wibi menjadi kakak dan adik.Panggilan antara Marsya dan Wibi adalah Ekspreso dan Kopiko.Namun saat itu Wijaya ikut kembali dalam hidup Marsya kembali.Tapi rasa sayang Marsya saat itu memang lebih besar ke Wibi dari pada ke Wijaya.Wibi sebenernya sudah tau cerita tentang Marsya dan Wijaya,suatu hari Marsya salah kirim yang harusnya ke Wijaya tapi kerkirim ke Wibi.Dan saat itu Wibi marah.Namun beberapa hari Marsya dan Wibi sudah mulai baikan karena Marsya sudah bilang sama Wibi kalau dia akan merelakan Wijaya demi Wibi.Marsya dan Wibi setiap ketemu selalu melempar senyum yang manis.
Tapi tidak selamanya manis masalah pun ikut datang kembali masalah saat Wibi sudah ngejailin Marsya dan karena kejailan itu sudah menbuat Marsya menangis,niat Marsya ngejailin balik tapi malah jadi masalah mereka pun bertengkar lagi.Ada kejadian lucu saat mereka bertengkar.Saat itu Marsya ingin minta maaf kepada Wibi,sehabis melihat basket di Gor,Marsya ke rumah Wibi bersama dengan Shafa dan Lia.Tapi mencari rumahnya itu lama banget dan saat ketemu nunggu di depan rumahnya sampai lama pula,tapi yang keluar malah mas-mas.Di telephone juga tidak di angkat.Karena sangking lama nungggu mereka semua pulang.Beberapa saat Wibi tanya”kenapa telephone?”dan Marsya pun menjelaskan niatnya itu.Dan ternyata Wibi sedang basket di sekolahan.Teman-teman Marsya pun berkata”ahhhhh,kelamaan nunggu ternyata orang yang di tunggu ngak ada di rumah astaga.”Marsya juga bilang ke Wibi agar besok Marsya sudah bisa melihat senyum Wibi seperti biasa yang menurut Marsya seindah bulan sabit.Keadaan pun sudah kembali seperti semula.Rasa sayang Marsya terhadap Wibi itu bener-bener besar banget,dalam benaknya berkata apa jadinya kalau adik yang paling dia sayangi akan ninggalin janji-janji nya.
Ketakutan Marsya pun terjadi,Wibi sudah mulai pergi meninggalkan janji-janji yang telah diberikannya selama ini.Dan Wibi juga tidak pernah memberi alasan yang jelas kepada Marsya apa yang sebenarnya terjadi.Tetapi walau pun sumber semangat hidup Marsya itu pergi namun Marsya akan nepatin apa yang telah ia genggam selama ini yaitu”Aku ndak akan pernah lelah dan letih untuk nunggu dan ngejagain Wibi sampai kapan pun,dan ngak akan aku biyarin satu orang pun nyakitin Wibi.”Marsya memang tidak pernah memperhatikan sakit hati yang dibuat Wibi terhadap nya karena Marsya terlanjur sayang kepada Wibi.
So sekarang kita jangan pernah mengutamakan seseorang dalam hidup kita,sedangkan kita hanya dijadikan pilihan dalam hidup orang itu.Mulai sekarang mulai sayangilah dirimu sendiri sebelum kamu menyayangi orang lain.


        

No comments:

Post a Comment